| Nurul Yaqin, Direktur Ben Hokk Property Tertantang Dengan Yang Menantang | ||||
|
|
Tangsel Pos - Berawal dari senang dengan tantangan, akhirnya Nurul Yaqin merambah sampai kedunia jual beli properti. Latar belakang pendidikan kuliah tak jadi jaminan untuk bekerja sesuai dengan bidangnya.“Banyak teman kuliah juga yang bekerja tak sesuai profesinya,” kata Nurul saat di temui Tangsel Pos, sabtu ( 17/1 ). Sore itu Nurul, begitu Nurul Yaqin akrab dipanggil menyambut Tangsel Pos, diruang kerjanya di Ben Hokk Propety, Paris Square No. B2/29 BSD City Tangerang Banten. Santai tapir amah, itulah kesan saat memulai pembicaraan. “Saya ini suka tantangan,” ujarnya. Sejak kecil, ceritanya, tantangan menjadi bagian dari hidupnya. Kadang, dia merasa tertantang untuk mengerjakan sesuatu yang dilarang. Sewaktu kecil, karena dekat laut ia kerap mengayuh sampan walau cuaca buruk. “Begitupun dengan pekerjaan. Saya suka yang menantang,”kata pria kelahiran Jepara, 25 Juni 1966. Pekerjaan di dunia property berawal dari pengamatan di lingkungan sekitar rumahnya, kawasan Ciputat Kota Tangerang Selatan. Warga sekitar Ciputat banyak yang menjual beli tanah. Dari sini dia terpikir untuk menggeluti bidang property. “Istri saya saja awalnya merasa heran. Sudah enak kerja dapat gaji ko mau mutusin usaha dibidang property,”katanya menirukan ungkapan sang istri. Tapi memang Nurul suka dengan tantangan. Sewaktu masih menjadi mahasiswa, Nurul sudah bisa mendaptkan penghasilan sendiri. Membuka took buka di sekitar kampus dan menjadi staff di perusahaan computer yang juga menjual software dan mengajari kursus computer dan bahasa Inggris. Dia juga menjadi pelopor penggunaan computer disekolah – sekolah sekitar Ciputat dan Pamulang. Dua tahun kemudian Nurul menjadi marketing di broker property berbendera asing. Hanya tiga tahun menjalani sebagai marketing, dia memilih menjadi staff marketing in house, sebuah pengembang di bawah grup Lippo. “Sebelumnya di bali view pondok Cabe 6 bulan. Pindah kerja waktu itu terbilang unik,”ujarnya. Nurul bercerita, pengumuman lowongan kerja saat itu cuma satu hari. “Pengumumannya dari media nasional. Saat itu hari jumat Cuma sampai besok Sabtu,” Tambahnya. Dari 680 pelamar yang diterima hanya 48 orang. Sampai akhirnya pada tahun 2003 pria berkacamata ini memutuskan untuk mendirikan kantor sendiri, dengan nama Ben Hokk Property. Menariknya, berbeda dengan yang lain, Ben Hokk lebih memfokuskan diri sebagai consultant investment property. Ini bukan berarti ia mengabaikan untuk memasarkan rumah secnd. Tapi karena dengan demikian, di setiap kesempatan Nurul dan 100 tim marketingnya selalu campaign tentang berinvestasi di properti. Sebagai consultant Ben Hokk juga berperan, misalnya, mengurus perijinan hingga pemilihan kontraktor. Selain itu juga dipercaya membuat desain rumah dan site plan. Fokus usahanya tersebut membuat Ben Hokk di paercaya untuk menjadi consultant juga pemasaran sejumlah proyek perumahan di Tangerang. Sebut saja Grand Puri Laras Ciputat, Serpong Green Park, dan d’Bintaro Greenland. Kini penjualan perumahan – perumahan tersebut cukup laris. Sekarang selain mengurusi Ben Hokk yang memiliki 2 cabang di Bintaro dan Serpong, pria lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini, menjabat sebagai ketua DBD AREBI Banten. Kegiatan lain juga sebagai pengurus di Yayasannya dan aktif juga di perkumpulan, Kumpulan Tiang Jepara (KTJ) se- Jakarta yang digagasnya.(yuz) Ciptakan Generasi Bermanfaat Nurul Yaqin ingin mempunyai generasi yang bermanfaat. “Anak yang full Kualification,” katanya. Mencetak generasi berprestasi yang segalanya mumpuni. Bukan hanya di bidang pendidikan, tapi generasi yang maju dari segi ekonomi dan keagamaan. Selama ini, menurut pria lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 1991, umat Islam seperti tak punya wadah. “Harta, kekayaan Islam banyak yang di ambil pihak Asing,”katanya. Anak sebagai masa depan perlu diberikan pengertian dan didikan, supaya menjadi manusia bermanfaat. “Kita berikan doktrin. Paradigma berpikir itu dirubah dengan paradigma berpikir yang luar biasa,” katanya. Nanati generasi tidak akan jadi pongah. Baginya jangan ikuti proses humanisasi atau jadi mesin produksi. Dia mencontohkna ketika seseorang menjabat sebagai pimpinan perusahaan. Sebagai pimpinan harus mengoptimalkan sesuai tugasnya. “Jangan diatur sendiri, itu seperti mesin prosduksi,”tegasnya. Nurul juga mersa nikmat ketika anak buahnya bisa sukses. “Seperti karyawan saya yang ikut dari pertama. Sekarang bisa beli rumah dan mobil, bisa hidup layak. Saya merasakan kenikmatan,”ujarnya.(yuz) Perlu Pengorbanan Gapai Kesuksesan Menjadi pengusaha ulung bukan tanpa pengorbanan. Perlu pengorbanan untuk mencapai sebuah kesuksesaan itu. Dan setiap orang mempunyai cara dan metode sendiri untuk sampai pada tujuannya. Begitupun dengan Nurul Yaqin dalam menjalani bisnis bidang property. Menurut Nurul ada beberapa hal perlu diperhatikan dalam menjalani sebuah bisnis. Pertama berani mengatakan mau jadi pengusaha. “ Jadi kita punya keinginan dulu untuk menjadi pengusaha,” kata pria asal Jepara ini. Kemudian punya komitmen untuk menjalaninya. Tentu selain keuletan yang menjadi modal menuju kesuksesan, menurutnya perlu pengembangan yang tidak ada putus-putusnya untuk membangun system. Sistem yang dimaksud adalah cara untuk memperhatikan dan mengembangkannya. Dia mencontohkan seorang peternak ayam. Langkah pertama yang diperhatikan jangan menghitung ayam atau telur yang dihasilkan. Tapi perhatikan dulu kondisi ayamnya. Kalau ayam sudah terpenuhi layak otomatis menghasilkan. Walau kita tinggal diluar negeri pun hasilnya akan tetap ada , “ujar Ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Banten. Selain itu Nurul punya keyakinan, kerjakan sesuatu yang luar biasa dengan pekerjaan yang luar biasa. “ Doing exstra ordinary,” katanya berkali-kali. Katanya, system itu diduplikasikan untuk lantas dikerjakan lebih baik secara luar biasa lagi. “ Sistem kita ambil untuk kita terapkan lebih baik lagi,” katanya. Kata Nurul, ketika melihat orang bisa menghasilkan rumah dan mobil dari ternak ayam selama lima tahun. Itu mungkin bisa dikatakan luar biasa. “Tapi kita harus mernjadi lebih luar biasa dengan bisa menghasilkan dalam jangka waktu tiga tahun. Terus selanjutnya kita bangun system yang bisa memungkinkan untuk mendapatkan secara luar biasa. Jadi simpelkan secara nyata. Apalagi sekarang dibantu dengan perkembangan teknologi,”ujarnya. (yuz) Istri Bagai Malaikat Luar biasa. Kalimat itu keluar sebagai jawaban Nurul Yaqin saat ditanya seperti apa peran keluarga? Keluarga baginya sangat mempengaruhi dalam kinerja keseharian. “Istriku itu malaikat,”kata Nurul meyakinkan. Malaikat artinya, sebagai istri bisa menjaga fungsi sang suami. Menurutnya, peran istri begitu penting dalam keluarga. Karena banyak tindakan tak terpuji berawal dari istri. Seperti pejabat yang korupsi. Begitupun anak akan lebih banyak dipengaruhi ibunya. Anak-anaknya di didik supaya peka terhadap lingkungan sosialnya. “Saya selalu tanamkan anak untuk peka pada lingkungan sekitar,” kata ayah dari Khalid Adi Maulana dan M. Badra Addji. Pernah ia mengundang anak tak mampu untuk menginap dengan anaknya. Tujuannnya supaya bisa merasakan kebersamaan. “Awalnya sempat sungkan tapi lama-lama biasa,”katanya. Anak-anaknya diajarkan untuk tak minder ketika bergaul dengan anak-anak kaya. Tapi juga ia ajarkan jangan sombong terhadap orang yang berada di bawahnya. “Anak juga ibarat hiburan. Saat pulang dari kantor suasana jadi semangat saat melihat mereka, “kata suami dari Neneng Susilowati. Dalam memberikan pendidikan agama turunan. “Anak-anak dituntut untuk sadar mengerjakan agamanya”katanya. |
| Last Updated ( Thursday, 09 July 2009 13:52 ) |







